komunikasi yang diterima

Bismillahirrahmanirrahim…

Hmm…

Dalam kehidupan nyata yang kita hadapi sehari-hari, terkadang kita menjumpai seseorang yang mudah diajak bicara atau lebih tepatnya “enak” di ajak bicara. “Enak” yang dimaksud di sini adalah suasana saat kita merasa nyaman saat berkomunikasi dengannya. Biasanya orang dengan kemampuan berkomunikasi seperti ini memiliki banyak teman yang menganggapnya sebagai teman curhat yang baik. Orang seperti ini lebih mudah diterima di lingkungan tempat ia berada.

Dalam kondisi yang lain, kita juga sering menemui orang yang dinilai sulit untuk diajak bicara. Orang ini mungkin akan sulit mendapat teman dekat. Salah satu penyebabnya karena sesuatu hal yang mungkin cukup simpel. Bisa dikatakan simpel karena mudah sekali kita lakukan namun berakibat cukup besar dalam pergaulan kita, khususnya saat kita berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar kita.

Tentunya, kebanyakan dari kita berkeinginan menjadi tipe orang yang mempunyai banyak kawan dalam pergaulan komunikasi. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, intinya di saat lawan bicara merasa nyaman, dia akan menganggap kita sebagai orang yang “enak” diajak bicara. menunjang hal itu, saya menemukan beberapa tips komunikasi yang cenderung disukai lawan bicara kita dan beberapa hal yang cenderung dihindari.

Hal-hal yang cenderung disukai oleh lawan bicara kita adalah:

1. dengarkan dengan seksama

Mendengar merupakan hal yang mudah bagi kebanyakan orang, namun mendengar yang dimaksud disini berada dalam tingkatan memperhatikan. Perbedaan dari derajat ini adalah kondisi fisik dan pikiran kita saat lawan bicara kita sedang mengungkapkan sesuatu yang ditujukan kepada kita.

Pada derajat ini sebisa mungkin kita memusatkan semua perhatian kita kepada lawan bicara. Diawali dengan pandangan mata yang tertuju ke arah muka lawan bicara. Kemudian menghadapkan sepenuhnya tubuh kita ke arahnya. Hal ini seolah mengisyaratkan kita benar-benar siap menerima informasi darinya.

2. luangkan waktu

Meluangkan waktu di sini adalah memberikan sejenak waktu kita khusus untuk berkomunikasi dengan lawan bicara kita. Sebisa mungkin kita tidak melakukan kegiatan lain yang bisa mengurangi perhatian kita terhadap lawan bicara kita.

Hal ini dilakukan agar saat kita sedang asyik berkomunikasi tidak ada gangguan-gangguan yang sebenarnya tidak perlu terjadi yang bisa menghentikan proses komunikasi kita.

3. tanamkan pikiran

Hal ini adalah yang terpenting menurut saya. Sebisa mungkin kita tanamkan keikhlasan dalam “melayani” lawan bicara kita saat berkomunikasi. Ini penting sekali dalam mencapai target yang kita inginkan. berikan pula rasa simpatik kita terhadap lawan bicara.

(bersambung)

2 Comments »

  1. parvian Said:

    Assalamualaikum…

    kalau saya sih cenderung berpikiran kalau sebaiknya jadikan diri kita berguna buat orang lain dan jangan selalu meminta tapi tidak pernah memberi, dengan begitu insya allah komunikasi akan terjalin lebih hangat dan sehat… begitu menurut saya

    wassalam…

  2. komunikasi yang diterima,
    ia dimengerti,
    lalu semuanya memahami,

    ada yang memberi ada yang menerima,
    namun jangan sungkan untuk meminta jika memang kita membutuhkannya, (asertif)

    katakan dengan jelas perasaanmu,
    jadikan ia memahamimu,

    tapi jngan memaksanya,
    mungkin ia memang belum mengerti..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment